Selasa, 07 September 2021

PENGERTIAN CERPEN, CIRI-CIRI CERPEN, UNSUR CERPEN, DAN STRUKTUR TEKS CERPEN

Apa itu cerpen?

Menurut Priyatni (2010: 126) Cerita pendek adalah salah satu bentuk karya fiksi. Sesuai dengan namanya, cerita pendek memperlihatkan sifat yang serba pendek, baik peristiwa yang diungkapkan, isi cerita, jumlah pelaku, dan jumlah kata yang digunakan. Perbandingan ini jika dikaitkan dengan bentuk prosa yang lain, misalnya novel.

 

Ciri-ciri Cerpen

a)     Memiliki proporsi penulisan yang lebih singkat dibandingkan dengan Novel

b)    Memiliki jumlah kata tidak lebih dari 10.000 kata (5-10 halaman)

c)     Kebanyakan mempunyai isi cerita yang menggambarkan kehidupan sehari-hari

d)    Tidak mencerminkan semua kisah tokohnya

e)     Pemilihan katanya sederhana sehingga memudahkan para pembaca untuk memahaminya

f)     Bersifat Fiktif

g)    Menceritakan satu kejadian saja dan menggunakan alur cerita tunggal dan lurus.

h)    Membacanya tidak membutuhkan waktu yang lama. (habis dibaca dalam satu kali duduk).

i)      Memberikan pesan dan kesan yang sangat mendalam.

j)      Hanya ada satu konflik dan satu penyelesaian.     

 

Unsur CERPEN ada dua:

1.   Unsur intrinsik

Unsur intrinsik cerpen adalah unsur yang membangun karya sastra dari dalam.

 

a.   Tema, ide atau gagasan dasar yang melatarbelakangi keseluruhan cerita yang ada dari cerpen. Tema memiliki sifat umum dan general yang dapat diambil dari lingkungan sekitar, permasalahan yang ada di masyarakat, kisah pribadi pengarang sendiri, pendidikan, sejarah, perjuangan romansa, persahabatan dan lain-lain.

b.   Tokoh, merupakan pelaku atau orang yang terlibat di dalam cerita tersebut. Ada 4 jenis tokoh yang digambarkan dalam cerpen, antara lain:

·    Protagonis: Tokoh yang yang menjadi aktor atau pemeran utama dan mempunyai sifat yang baik.

·     Antagonis: Tokoh ini juga menjadi pemeran utama yang menjadi lawan daripada tokoh protagonis. Tokoh antagonis memiliki watak yang negatif seperti: iri, dengki, sombong, angkuh, congkak dan lain-lain.

·       Tritagonis: Tokoh ini adalah tokoh penengah dari protagonis dan antara antagonis. Tokoh ini biasanya memiliki sifat yang arif dan bijaksana.

·   Figuran: Tokoh ini merupakan tokoh pendukung yang memberikan tambahan warna dalam cerita.

 

c.    Penokohan, adalah penentuan watak atau sifat tokoh yang ada di dalam cerita. Watak yang diberikan dapat digambarkan dalam sebuah ucapan, pemikiran dan pandangan dalam melihat suatu masalah

d. Alur/ plot, adalah urutan jalan cerita dalam cerpen yang disampaikan oleh penulis. Dalam menyampaikan cerita, ada tahapan-tahapan alur yang disampaikan oleh sang penulis. Diantaranya:

·       Tahap perkenalan

·       Tahap penanjakan

·       Tahap klimaks

·       Anti klimaks

·       Tahap penyelesaian

Ada 3 macam alur yang kerap kali digunakan oleh para penulis, yakni:

1.     Alur maju

Alur ini menggambarkan jalan cerita yang urut dari awal perkenalan tokoh, situasi lalu menimbulkan konflik hingga puncak konflik dan terakhir penyelesaian konflik. Intinya adalah, pada alur maju ditemukan jalan cerita yang runtut sesuai dengan tahapan-tahapannya.

2.     Alur mundur

Penulis menggambarkan jalan cerita secara tidak urut. Bisa saja penulis menceritakan konflik terlebih dahulu, setelah itu menengok kembali peristiwa yang menjadi sebab konflik itu terjadi.

3.     Alur campuran, yaitu perpaduan antara alur maju dan alur mundur dalam satu cerita.

 

e.     Latar/ setting

·   Latar tempat, yaitu lokasi terjadinya peristiwa yang diceritakan dalam sebuah karya fiksi. Unsur tempat yang dipergunakan mungkin berupa tempat- tempat dengan nama tertentu, inisial tertentu, mungkin lokasi tertentu tanpa nama jelas.

·   Latar waktu, berhubungan dengan masalah “kapan” terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan dalam sebuah karya fiksi.

· Latar suasana, yaitu situasi apa saja yang terjadi ketika saat si tokoh atau si pelaku malakukan sesuatu.

 

f.     Sudut pandang, adalah posisi atau pandangan pengarang dalam menyampaikan cerita. Penerapannya bisa dilihat dari penggunaan kata ganti yang digunakan pengarang dalam cerpen. Secara umum ada 2 macam-macam sudut pandang yakni sudut pandang orang pertama dan sudut pandang orang ketiga sebagai berikut.

·   Sudut pandang orang pertama yaitu cara pengarang menyampaikan cerita sebagai orang pertama. Ciri-cirinya adalah menggunakan kata ganti orang pertama seperti aku, kami dan sebagainya.

·       Sudut pandang orang ketiga cara pengarang menyampaikan cerita sebagai orang ketiga. Ciri-cirinya adalah menggunakan kata ganti orang ketiga seperti dia, mereka dan sebagainya.

 

g.     Gaya Bahasa, merupakan ciri khas pemilihan kata dan bahasa yang digunakan oleh penulis. Hal ini meliputi:

·       Diksi, pilihan kata.

·       Penggunaan kalimat

·       Pemakaian majas.

 

h.  Amanat adalah pesan yang terkadung dalam cerpen yang bisa diambil oleh pembaca. Pesan yang disampaikan oleh pengarang bisa secara tersurat atau tersirat.

 

2.     Unsur Ekstrinsik Cerpen

Unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur cerpen yang berada diluar karya sastra. Akan tetapi, secara tidak langsung unsur ini mempengaruhi proses pembuatan suatu cerpen. Unsur ekstrinsik cerpen antara lain:

a.     Latar Belakang Masyarakat

Latar belakang masyarakat merupakan faktor lingkungan masyarakat sekitar yang mempengaruhi penulis dalam membuat cerpen tersebut. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi penulis, diantaranya sebagai berikut:

·       Ideologi Negara

·       Kondisi Politik

·       Kondisi Sosial

·       Kondisi Ekonomi

 

b.     Latar Belakang Penulis

Latar belakang penulis adalah sebuah faktor dari dalam diri penulis yang mendorong penulis dalam membuat cerpen. Latar belakang penulis terdiri dari beberapa faktor, di antaranya adalah sebagai berikut ini;

·     Riwayat Hidup Penulis

Pada bagian ini berisikan tentang biografi pengarang secara menyeluruh. Faktor ini dapat mempengaruhi pengarang dalam mengarang cerpen berdasarkan pengalaman pribadi dari pengarang itu sendiri

·     Kondisi Psikologis

Kondisi Psikologis pengarang meliputi mood dan motivasi, kondisi ini sangat mempengaruhi dengan apa yang akan ditulis dalam cerita .Contohnya seperti pengarang sedang dalam keaadaan sedih, dia akan membuat sebuah cerpen yang berceritakan sedih juga.

·     Aliran Sastra Penulis

Aliran Sastra berpengaruh dalam gaya penulisan bahasa yang digunakan pengarang guna menceritakan sebuah cerita dalam cerpen.

 

c.     Nilai yang terkandung di dalam cerpen

Ada beberapa nilai yang menjadi unsur ekstrinsik dalam sebuah cerpen. Nilai-nilai tersebut di antaranya adalah sebagai berikut ini;

·       Nilai Agama, berkaitan dengan pelajaran agama yang dapat dipetik dalam teks cerpen.

·       Nilai Sosial, berkaitan dengan pelajaran yang dapat dipetik dari interaksi sosial antara para tokoh dan lingkungan masyarakat dalam teks cerpen.

·     Nilai Moral, berkaitan dengan nilai yang dianggap baik atau buruk dalam masyarakat. Dalam cerpen nilai moral bisa berupa nilai moral negatif (buruk) atau nilai moral positif (baik).

·    Nilai Budaya, berkaitan erat dengan kebudayaan, kebiasaan, serta tradisi adat istiadat.

 

STRUKTUR TEKS CERPEN

1.     ORIENTASI

Pengertian orientasi pada cerpen berhubungan dengan waktu, suasana dan tempat di dalam cerita pendek tersebut, yang menjawab pertanyaan kapan, dimana serta bagaimana

2.     KOMPLIKASI

Komplikasi adalah urutan kejadian yang dihubungkan secara sebab dan akibat. Karakter dan watak tokoh biasanya terlihat di struktur komplikasi ini yang menggambarkan plot cerita.

3.     EVALUASI

Pengertian evaluasi adalah konflik yang terjadi dan menuju pada klimaks. Dalam evaluasi, konflik sudah mulai mendapatkan solusi dan penyelesaian serta menuju ke tahap akhir.

4.     RESOLUSI

Pengertian resolusi adalah ketika pengarang mengungkapkan solusi terhadap masalah yang dialami tokoh dalam cerpen.

5.     KODA

Pengertian koda adalah nilai atau pelajaran yang bisa didapat dari teks cerita pendek oleh pembaca. Pesan dan amanat menjadi intisari cerita yang bisa dipetik oleh pembaca setelah membaca teks cerpen.

PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MATERI TEKS PROSEDUR KELAS VII

 

Apa itu Teks Prosedur?

Teks Prosedur adalah suatu teks yang berisi cara, tujuan untuk membuat atau melakukan sesuatu hal dengan langkah demi langkah yang tepat secara berurutan sehingga menghasilkan suatu tujuan yang diinginkan. Ada pun ciri-ciri teks prosedur, di antaranya adalah sebagai berikut:

·        Menggunakan pola kalimat perintah (imperatif)

·        Menggunakan kata kerja aktif

·        Menggunakan kataa penghubung (konjungsi) untuk mengurutkan kegiatan.

·        Menggunakan kata keterangan untuk menyatakan rinci waktu, tempat, dan cara yang akurat.

Adapula macam-macam Teks Prosedur yaitu:

·        Teks prosedur yang menjelaskan bagaimana sesuatu bekerja atau instruksi secara manual.

·        Teks prosedur yang menginformasikan aktivitas tertentu dengan peraturannya.

·        Teks prosedur yang berhubungan dengan sifat atau kebiasaan manusia.

 

1.   Struktur Teks Prosedur

Dalam pembuatan teks prosesdur memiliki 3 struktur penting yang harus ada diantaranya adalah :

·        Tujuan

Bagian yang berisi tujuan dari pembuatan teks prosedur tertentu atau hasil akhir yang akan dicapai (bisa berupa judul).

·        Langkah-langkah

Bagian yang berisi cara-cara atau langkah-langkah yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan. Bagian ini biasanya tidak dapat diubah urutannya atau posisinya.

·        Penegasan Ulang

Berisi tentang pengulangan pernyataan yang digunakan untuk menyakinkan pembaca. Bersifat opsional.

 

2.   Kaidah Kebahasaan Teks Prosedur

a.)   Kata Kerja Imperatif

Kata imperatif atau kata perintah adalah suatu kata yang mengandung perintah atau larangan ketika melakukan pelaksanaan yang dibahas.

 

Bentuk Dasar

Imbukan/Partikel

Bentukan Kata

pasti

-kan

pastikan

jadi

-lah

jadilah

hindar

­-i

hindari

 

b.)   Kata Teknis

Banyak menggunakan kata-kata teknis yang berkaitan dengan topik yang dibahasnya. Apabila teks tersebut berkenaan dengan masalah komunikasi, akan digunakan istilah-istilah komunikasi pula, misalnya tanya jawab, kontak mata, pewawancara, verbal, nonverbal, bahasa tubuh, dan negosiasi.

c.)   Konjungsi

Kata penghubung (konjungsi) perikel yang bermakna penambahan, seperti selain itu, pun, kemudian, selanjutnya, oleh karena itu, lalu, setelah itu, dan di samping itu.

d.)   Pernyataan Persuasif

Bentuk kalimat yang tujuannya mempengaruhi dan menyakinkan orang lain. Berikut contoh kalimatnya.

·     Penggunaan bahasa yang baik juga menjadi keharusan.

e.)   Deskripsi Alat

Apabila prosedur itu berupa resep dan petunjuk penggunaan alat, akan digunakan gambaran rinci tentang benda dan alat yang dipakai, termasuk ukuran, jumlah, dan warna.

PENGERTIAN CERPEN, CIRI-CIRI CERPEN, UNSUR CERPEN, DAN STRUKTUR TEKS CERPEN

Apa itu cerpen? Menurut Priyatni (2010: 126) Cerita pendek adalah salah satu bentuk karya fiksi. Sesuai dengan namanya, cerita pendek memp...