Apa itu cerpen?
Menurut Priyatni (2010: 126) Cerita pendek adalah salah satu
bentuk karya fiksi. Sesuai dengan namanya, cerita pendek memperlihatkan sifat
yang serba pendek, baik peristiwa yang diungkapkan, isi cerita, jumlah pelaku,
dan jumlah kata yang digunakan. Perbandingan ini jika dikaitkan dengan bentuk
prosa yang lain, misalnya novel.
Ciri-ciri Cerpen
a) Memiliki
proporsi penulisan yang lebih singkat dibandingkan dengan Novel
b) Memiliki
jumlah kata tidak lebih dari 10.000 kata (5-10 halaman)
c) Kebanyakan
mempunyai isi cerita yang menggambarkan kehidupan sehari-hari
d) Tidak
mencerminkan semua kisah tokohnya
e) Pemilihan
katanya sederhana sehingga memudahkan para pembaca untuk memahaminya
f) Bersifat
Fiktif
g) Menceritakan
satu kejadian saja dan menggunakan alur cerita tunggal dan lurus.
h) Membacanya
tidak membutuhkan waktu yang lama. (habis dibaca dalam satu kali duduk).
i) Memberikan
pesan dan kesan yang sangat mendalam.
j) Hanya
ada satu konflik dan satu penyelesaian.
Unsur CERPEN ada dua:
1.
Unsur
intrinsik
Unsur intrinsik cerpen adalah unsur yang membangun
karya sastra dari dalam.
a. Tema,
ide atau gagasan dasar yang melatarbelakangi keseluruhan cerita yang ada dari
cerpen. Tema memiliki sifat umum dan general yang dapat diambil dari lingkungan
sekitar, permasalahan yang ada di masyarakat, kisah pribadi pengarang sendiri,
pendidikan, sejarah, perjuangan romansa, persahabatan dan lain-lain.
b. Tokoh,
merupakan pelaku atau orang yang terlibat di dalam cerita tersebut. Ada 4 jenis
tokoh yang digambarkan dalam cerpen, antara lain:
· Protagonis:
Tokoh yang yang menjadi aktor atau pemeran utama dan mempunyai sifat yang baik.
· Antagonis:
Tokoh ini juga menjadi pemeran utama yang menjadi lawan daripada tokoh protagonis.
Tokoh antagonis memiliki watak yang negatif seperti: iri, dengki, sombong,
angkuh, congkak dan lain-lain.
· Tritagonis:
Tokoh ini adalah tokoh penengah dari protagonis dan antara antagonis. Tokoh ini
biasanya memiliki sifat yang arif dan bijaksana.
· Figuran:
Tokoh ini merupakan tokoh pendukung yang memberikan tambahan warna dalam
cerita.
c. Penokohan,
adalah penentuan watak atau sifat tokoh yang ada di dalam cerita. Watak yang
diberikan dapat digambarkan dalam sebuah ucapan, pemikiran dan pandangan dalam
melihat suatu masalah
d. Alur/ plot,
adalah urutan jalan cerita dalam cerpen yang disampaikan oleh penulis. Dalam
menyampaikan cerita, ada tahapan-tahapan alur yang disampaikan oleh sang
penulis. Diantaranya:
· Tahap
perkenalan
· Tahap
penanjakan
· Tahap
klimaks
· Anti
klimaks
· Tahap
penyelesaian
Ada 3 macam alur yang kerap kali digunakan
oleh para penulis, yakni:
1. Alur
maju
Alur ini menggambarkan jalan cerita yang urut dari
awal perkenalan tokoh, situasi lalu menimbulkan konflik hingga puncak konflik
dan terakhir penyelesaian konflik. Intinya adalah, pada alur maju ditemukan
jalan cerita yang runtut sesuai dengan tahapan-tahapannya.
2. Alur
mundur
Penulis menggambarkan jalan cerita secara tidak urut.
Bisa saja penulis menceritakan konflik terlebih dahulu, setelah itu menengok
kembali peristiwa yang menjadi sebab konflik itu terjadi.
3. Alur
campuran, yaitu perpaduan antara alur maju dan alur mundur dalam satu cerita.
e. Latar/ setting
· Latar
tempat, yaitu lokasi terjadinya peristiwa yang diceritakan dalam sebuah karya
fiksi. Unsur tempat yang dipergunakan mungkin berupa tempat- tempat dengan nama
tertentu, inisial tertentu, mungkin lokasi tertentu tanpa nama jelas.
· Latar
waktu, berhubungan dengan masalah “kapan” terjadinya peristiwa-peristiwa yang
diceritakan dalam sebuah karya fiksi.
· Latar
suasana, yaitu situasi apa saja yang terjadi ketika saat si tokoh atau si
pelaku malakukan sesuatu.
f. Sudut pandang,
adalah posisi atau pandangan pengarang dalam menyampaikan cerita. Penerapannya
bisa dilihat dari penggunaan kata ganti yang digunakan pengarang dalam cerpen.
Secara umum ada 2 macam-macam sudut pandang yakni sudut pandang orang pertama
dan sudut pandang orang ketiga sebagai berikut.
· Sudut
pandang orang pertama yaitu cara pengarang menyampaikan cerita sebagai orang
pertama. Ciri-cirinya adalah menggunakan kata ganti orang pertama seperti aku,
kami dan sebagainya.
· Sudut
pandang orang ketiga cara pengarang menyampaikan cerita sebagai orang ketiga.
Ciri-cirinya adalah menggunakan kata ganti orang ketiga seperti dia, mereka dan
sebagainya.
g. Gaya Bahasa,
merupakan ciri khas pemilihan kata dan bahasa yang digunakan oleh penulis. Hal
ini meliputi:
· Diksi,
pilihan kata.
· Penggunaan
kalimat
· Pemakaian
majas.
h. Amanat
adalah pesan yang terkadung dalam cerpen yang bisa diambil oleh pembaca. Pesan
yang disampaikan oleh pengarang bisa secara tersurat atau tersirat.
2.
Unsur
Ekstrinsik Cerpen
Unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur cerpen yang berada diluar karya sastra. Akan tetapi, secara tidak langsung unsur ini mempengaruhi proses pembuatan suatu cerpen. Unsur ekstrinsik cerpen antara lain:
a. Latar
Belakang Masyarakat
Latar belakang masyarakat
merupakan faktor lingkungan masyarakat sekitar yang mempengaruhi penulis dalam membuat
cerpen tersebut. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi penulis,
diantaranya sebagai berikut:
· Ideologi
Negara
· Kondisi
Politik
· Kondisi
Sosial
· Kondisi
Ekonomi
b. Latar
Belakang Penulis
Latar belakang penulis
adalah sebuah faktor dari dalam diri penulis yang mendorong penulis dalam
membuat cerpen. Latar belakang penulis terdiri dari beberapa faktor, di antaranya
adalah sebagai berikut ini;
· Riwayat
Hidup Penulis
Pada bagian ini berisikan tentang biografi pengarang
secara menyeluruh. Faktor ini dapat mempengaruhi pengarang dalam mengarang
cerpen berdasarkan pengalaman pribadi dari pengarang itu sendiri
· Kondisi
Psikologis
Kondisi Psikologis pengarang meliputi mood dan
motivasi, kondisi ini sangat mempengaruhi dengan apa yang akan ditulis dalam
cerita .Contohnya seperti pengarang sedang dalam keaadaan sedih, dia akan
membuat sebuah cerpen yang berceritakan sedih juga.
· Aliran
Sastra Penulis
Aliran Sastra berpengaruh dalam gaya penulisan bahasa
yang digunakan pengarang guna menceritakan sebuah cerita dalam cerpen.
c. Nilai
yang terkandung di dalam cerpen
Ada beberapa nilai yang
menjadi unsur ekstrinsik dalam sebuah cerpen. Nilai-nilai tersebut di antaranya
adalah sebagai berikut ini;
· Nilai
Agama, berkaitan dengan pelajaran agama yang dapat dipetik dalam teks cerpen.
· Nilai
Sosial, berkaitan dengan pelajaran yang dapat dipetik dari interaksi sosial
antara para tokoh dan lingkungan masyarakat dalam teks cerpen.
· Nilai
Moral, berkaitan dengan nilai yang dianggap baik atau buruk dalam masyarakat.
Dalam cerpen nilai moral bisa berupa nilai moral negatif (buruk) atau nilai
moral positif (baik).
· Nilai
Budaya, berkaitan erat dengan kebudayaan, kebiasaan, serta tradisi adat
istiadat.
STRUKTUR
TEKS CERPEN
1.
ORIENTASI
Pengertian
orientasi pada cerpen berhubungan dengan waktu, suasana dan tempat di dalam
cerita pendek tersebut, yang menjawab pertanyaan kapan, dimana serta bagaimana
2.
KOMPLIKASI
Komplikasi
adalah urutan kejadian yang dihubungkan secara sebab dan akibat. Karakter dan
watak tokoh biasanya terlihat di struktur komplikasi ini yang menggambarkan
plot cerita.
3.
EVALUASI
Pengertian
evaluasi adalah konflik yang terjadi dan menuju pada klimaks. Dalam evaluasi,
konflik sudah mulai mendapatkan solusi dan penyelesaian serta menuju ke tahap
akhir.
4.
RESOLUSI
Pengertian
resolusi adalah ketika pengarang mengungkapkan solusi terhadap masalah yang
dialami tokoh dalam cerpen.
5.
KODA
Pengertian
koda adalah nilai atau pelajaran yang bisa didapat dari teks cerita pendek oleh
pembaca. Pesan dan amanat menjadi intisari cerita yang bisa dipetik oleh
pembaca setelah membaca teks cerpen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar